Saturday, 02 Jul 2022
  • Selamat Datang di Website Official - Pondok Pesantren Al-Mubarok

Kisah-Kasih Belajar di Pesantren Al-Mubarok

Ditulis oleh : Salsabila (Alumni Pondok Pesantren Al-Mubarok Angkatan Ke-16 & Alumni Kelas Menulis Angkatan ke-2)

Saat itu di tahun 2019 setelah saya lulus di bangku MTs, orangtua saya memutuskan untuk menyuruh saya sekolah di pondok pesantren. Pada saat itu, sebetulnya saya ingin menolak, tapi apa boleh buat perintah tetap perintah lagipula tidak ada salahnya masuk pondok pesantren. Orangtua saya memutuskan untuk memasukan saya ke pondok pesantren Al-Mubarok Kota Serang yang terletak di JL. KH Abdul Latief No.07.

Di situlah perjalanan dimulai, bagaimana ketika semuanya berubah. Di saat anak-anak SMA di luar sana sibuk bermain ponsel, saya di pondok pesantren, tujuan kita sama untuk belajar tapi caranya berbeda.

Awalnya saya sangat sulit sekali untuk mengikuti segala aturan yang baru, terasa sangat berat karena tentu tidak terbiasa, yang biasanya saya bangun tidur jam setengah 6, di pondok pesantren saya harus bangun lebih pagi sekitar jam 4-setengah 5an. Tapi tentu saja semua itu ada manfaatnya. Di pondok saya merasa jauh lebih dekat dengan tuhan.

Banyak yang berubah dari diri saya, dari mulai cara berpikir, dan cara berteman. Di pondok juga mengajarkan saya untuk hidup mandiri. Pondok pesantren bagaikan miniatur masyarakat, kita bertemu siapapun berbincang dengan siapapun harus menggunakan akhlak dan adab yang baik.

Perlahan saya mulai terbiasa dengan segala aktivitas di pondok pesantren yang ternyata tidak seburuk yang saya pikirkan, belajar di pondok pesantren sangat menyenangkan, terlebih jika dekat dengan sosok guru.

Di pesantren juga, saya merasa bakat dan minat saya lebih tersalurkan karena adanya kebebasan dalam berpikir di sana. Saya merasakan bebas untuk menuangkan segala bakat saya, mulai dari menyanyi serta menulis.

Bagaimana pun kita merasa tidak memiliki ilmu di pondok pesantren, tapi percayalah ketika terjun ke dunia masyarakat ilmu yang awalnya kita anggap tidak penting ternyata sangat berarti.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR